Musa Widyatmodjo: Mengolah Produk Budaya Harus Bisa Bertanggung Jawab

663x442-musa-widyatmodjo-mengolah-produk-budaya-harus-bisa-bertanggung-jawab-160303k

Masih banyak desainer dan pelaku fashion yang belum mengerti makna dan kegunaan dibalik kain-kain tradisional Indonesia.

By Dian Rosa3 Maret 2016 12:15

sumber: www.money.id

663x442-musa-widyatmodjo-mengolah-produk-budaya-harus-bisa-bertanggung-jawab-160303kMoney.id – Sebagai acara fashion terbesar di Indonesia, Indonesia Fashion Week (IFW) 2016 akan menghadirkan beberapa desainer dari mancanegara, seperti Jepang, Malaysia, Australia, dan Italia. Nantinya dalam pergelaran busana tersebut, mereka akan menampilkan karya yang merefleksikan kultur budaya dari negaranya masing-masing.

“Mereka akan menghadirkan koleksi karya sendiri tanpa berkolaborasi dengan desainer Indonesia. Karena tema IFW kali ini adalah Reflection Of Culture, jadi para desainer tersebut akan memberikan sentuhan kebudayaan mereka,” jelas Ketua Koordinator IFW 2016, Firman Musa Widyatmodjo, yang diwawancarai Money.id, Kamis 3 Maret 2016 di kawasan Jakarta Selatan.

Dia mengaku sebelumnya ada rencana untuk membuat sebuah kolaborasi yang menggabungkan unsur kultur Indonesia dengan kultur budaya dari negara lain. Namun sayangnya, beberapa desainer internasional kebanyakan belum siap untuk mengolah batik.

Sementara itu, Musa juga meminta untuk para desainer lokal Indonesia bisa belajar bagaimana mengolah produk budaya yang bisa dipertanggungjawabkan. Maksudnya adalah mengolah produk tersebut tanpa merusak ketentuan yang ada dalam adat istiadat masyarakat setempat.

“Itulah yang jadi perdebatan. Intinya bagaimana kita bisa bertanggung jawab terhadap warisan budaya yang sangat luar biasa banyaknya ini. Jadi kalau bukan kita sendiri yang mengerti budaya sendiri, siapa lagi,” ujarnya.

Desainer lulusan Fashion Design, Drexel University, Amerika Serikat ini melihat masih banyak desainer dan pelaku fashion yang belum mengerti makna dan kegunaan dibalik kain-kain tradisional Indonesia. Menurutnya hal tersebut nantinya akan merusak ‘pakem’ yang ada dalam masyarakat.

“Inilah yang saya katakan tadi, kita harus bertanggung jawab dalam mengolah budaya kekayaan kita sendiri. Kalau kita punya semua itu, kita harus tahu makna-maknanya,” kata Musa.

Indonesia Fashion Week 2016 akan diselenggarakan pada 10-13 Maret 2016 di Jakarta Convention Center, Jakarta. Acara tersebut akan menampilkan karya-karya dari desainer-desainer ternama Indonesia, seperti Dian Pelangi, Zaskia Sungkar, Balry Asmara, Ivan Gunawan, Jenahara, Itang Yunaz, dan masih banyak lagi.

Leave a Reply

%d bloggers like this: